Dia mengingat siapa yang kamu temui, memperhatikan momen yang penting, dan membantumu menulis saat saatnya menyapa. Kamu tinggal jadi diri yang menyenangkan.
Kebanyakan dari kita berjalan dengan kabut nama-nama yang setengah teringat, obrolan yang belum kelar, dan orang-orang yang sebenarnya mau kamu hubungi lagi. Berbulan-bulan berlalu. Kabutnya makin tebal.
Kalian ketemu. Klop banget. Tiga minggu kemudian namanya tinggal di HP-mu, sisanya hilang.
Besok jadi minggu depan, jadi nggak pernah. Enam bulan kemudian rasanya canggung mau mulai lagi.
Makin lama diam, makin berat pesan pertama. Akhirnya kebanyakan orang nggak chat sama sekali.
Lumo tinggal di dalam Haloop — astronot kecil yang menjaga bagian hidupmu yang melibatkan orang lain. Nama, pekerjaan, obrolan terakhir, apa yang bikin seseorang jadi mereka. Dia terjaga saat kamu lengah, menunggu momen yang layak dikirimi pesan.
Dia nggak bakal nulis apapun tanpa kamu minta, dan dia nggak akan nyuruh kamu hubungi siapa. Dia cuma jaga lilin tetap nyala buat hubungan-hubungan yang kamu bilang penting. Sisanya terserah kamu.
Baca kisah lengkap Lumo →Jaringanmu punya ratusan orang. Lumo bantu kamu cari siapapun — tanya pakai bahasa apapun yang kamu pikirin, dia ngerti.
Tanpa menu. Tanpa filter. Tanpa Field 1 / Field 2 / Submit. Tinggal tanya — pakai bahasamu.
Ulang tahun, Idul Fitri, Diwali, Songkran, Nyepi, Imlek, Natal, Hari Ibu — dan 48 lainnya. Lumo tahu kapan tiap kontakmu merayakan, dan kasih tahu saat waktunya tiba.
Saat momennya datang, buka Lumo. Satu ketuk, satu pesan, terkirim.
Tiap pesan merujuk pada sesuatu yang Lumo sudah tahu tentang kontakmu — pekerjaannya, riwayat kalian, sentuhan budaya yang tepat. Lalu dikirim lewat WhatsApp, karena di situlah jaringanmu sebenarnya tinggal.
Hari ini Lumo bantu kamu mengingat dan merespons. Sebentar lagi, dia bakal kerjakan lebih banyak sebelum kamu minta. Jangka panjang, dia akan jadi lapisan hubungan di setiap kanal tempat jaringanmu hidup.
Memori untuk tiap kontak. Notifikasi untuk momen yang penting. Draf satu ketuk dengan gaya bahasamu.
Lumo tulis pesannya lebih dulu, menunggu kamu review dan kirim. Kamu tetap pegang kendali — dia cuma kerja lebih cepat.
Email, kalender, grup chat, sinyal sosial — semua mengalir ke satu tampilan hubungan. Lumo belajar gaya bahasamu lebih dalam, mendeteksi pergeseran kecil di hidup kontakmu, dan jadi makin berguna seiring kamu pakai.
Lumo nggak jual jaringanmu, nggak bagi-bagi, nggak juga pakai buat belajar untuk pihak lain. Detail teknisnya di bawah — dan kami bakal publikasikan posture keamanan seiring berkembang.
Beta tertutup terbuka untuk networker di Singapura, Indonesia, dan Filipina.
Kami balas dalam 48 jam. Tanpa drip campaign.
✦Never out of the loop✦